Microtransaction: Mengenal Lebih Dalam, Yang Baik dan Buruk

Bagi para gamers, microtransaction tidak begitu asing, apalagi para gamers yang suka main game online seperti seri Fifa, Dota, dan masih banyak yang lainnya.

Microtransaction

Pada dasarnya, microtransaction merupakan fitur yang dibuat suatu developer atau publisher yang memungkinkan pemain suatu game untuk membeli item virtual.

Fitur ini juga menawarkan suatu cara agar karakter yang dimainkan oleh seorang pemain bisa menjadi lebih kuat. Pembelian item ini, menuai kontroversi, terlebih lagi untuk game-game kompetitif. Beberapa tahun lalu, ada game first person shooter bernama Point Blank yang memanfaatkan fasilitas ini.

Microtransaction

Karena pemanfaatan fasilitas microtransaction yang membuat karakter suatu pemain menjadi lebih kuat, terjadilah ketidak seimbangan antara satu pemain dengan pemain yang lainnya. Banyak yang mengkritik penggunaan fasilitas tersebut pada Point Blank.

Salah satu kutipan yang sering diujarkan oleh orang-orang yang nggak setuju dengan digunakannya microtransaction adalah “yang menang cuma yang punya uang”. Akan tetapi, apakah memang seburuk itu kah?

Nah kami akan menjelaskan microtransaction lebih jelas, beserta yang baik dan yang buruk dari fasilitas terebut.

Microtransaction: Mengenal Lebih Dalam, Yang Baik dan Buruk

Secara definisi, microtransaction atau yan disingkat menjadi MTX merupakan model bisnis dimana pengguna dapat membeli item-item atau barang-barang virtual dengan pembayaran yang bernama micropayments.

Biasanya, fasilitas ini sering digunakan pada game free-to-play untuk memberikan sebuah sumber penghasilan untuk para pengembang game.

Fasilitas pembayaran online ini nggak hanya dapat kamu temukan pada game-game mobile, namun juga bisa kamu lihat di PC. Software yang menyediakan fasilitas ini adalah Valve yang mana merupakan platform distribusi digital.

Baca Juga  7 Antivirus Terbaik di Tahun 2019 untuk Laptop / PC (Update)

Banyak game free-to-play yang menyertakan fasilitas ini sering disebut sebagai freemium. Istilah lain yang merujuk pada sistem ini adalah pay-to-win. Kasus ini seperti yang kami sebutkan pada kasus Point Blank yang sebelumnya.

Hal ini mentrigger ketidakadilan antar pemain. Selain itu, ada bentuk lain dari microtransaction ini yakni Loot Box. Dengan membeli sebuah loot box pemain akan mendapatkan beberapa item secara random.

Loot Box banyak kamu temukan pada game-game PC dan juga konsol. Konsep Loot Box ini dinyatakan sebagai bentuk dari judi dibawah umur, karena pemain akan mendapatkan barang-barang secara random yang tidak selalu sesuai dengan kebtutuhan dan keinginan mereka.

Microtransaction yang Baik dan yang Buruk

Apakah microtransaction selalu buruk? Nggak juga kok. Fasilitas ini menjadi baik ketika item yang dibeli oleh pengguna tidak memengaruhi gameplay, dan sekedar menjadi kosmetik.

Beberapa game yang memanfaatkan fasilitas ini dengan baik diantaranya adalah Dota 2, Team Fortress, dan juga Counter Strike: Global Offensive.

Item-item yang kamu beli dalam game tersebut melalui transaksi mikro ini tidak memberikan efek apa-apa dari karakter kamu, sehingga game akan berjalan dengan normal tanpa ada yang lebih kuat karena uang lebih.

Microtransaction

Valve sukses mengimplementasikan sistem pembayaran mikro ini dengan baik. Kamu diperbolehan untuk memiliki skin terbaru dengan menukarkan skin lama kamu ke orang lain atau menjual ke community store dengan harga yang kamu tentukan. Hal ini nggak hanya menguntungkan users, akan tetapi pembuat skin.

Beberapa game seperti Overwatch dan League of Legends menggunakan fasilitas ini. Dalam Overwatch, walaupun game ini berbayar, kamu bisa menemukan sistem ini. Kamu bisa membeli membeli item atau skin.

Baca Juga  6 Game PC Online Terbaik Sepanjang Masa (Semuanya Gratis)

Tentu skin pada Overwatch nggak akan memengaruhi permainan dan menjadi permainan menjadi nggak adil. Begitu juga dalam game MOBA saingan Dota 2, League of Legends (LoL). Pada game ini, ada champion yang bisa kamu mainkan dengan membeli champion itu.

Sedangkan ada beberapa contoh transaksi mikro yang buruk, salah satunya yang kami sebutkan sebelumnya. Kamu pernah dengar kasus ada anak kecil yang beli item Mobile Legend sampai berjuta-juta? Walaupun Mobile Legends bukan game pay-to-win, hal ini membuat sistem transaksi mikronya menjadi toxic.

Microtransaction

Kesimpulan

Sebenarnya, fasilitas ini nggak buruk-buruk seperti apa yang diberitakan, walaupun berita itu benar adanya. Untuk kamu yang sudah punya anak, sebisa mungkin jaga supaya nggak dengan bebas menggunakan fasilitas ini.

Apalagi meletakkan kartu kredit kamu sembarangan, bisa-bisa tagihan kamu bisa mencapai belasan hingga puluhan juta.

Leave a Comment