Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerja Baterai CMOS Pada Laptop

Apakah kamu tahu apakah baterai CMOS? Walaupun bentuknya kecil, benda ini sangat penting untuk menjalankan komputer. CMOS sendiri memiliki singkatan dari Complementary Metal Oxide Semi-conductor yang mana sebuah komponen piranti keras yang bentuknya mirip dengan baterai. Sebenarnya baterai ini merupakan benda kecil yang ada pada motherboard yang terpasang di komputer.

Fungsi benda ini adalah memberi pengaturan vital agar tidak terjadi perubahan pada komputer sehingga ketika kamu mengeset waktu, tanggal, dan yang lainnya, semuanya tersimpan walaupun komputer kamu dimatikan. Komponen ini juga memiliki fungsi sebagai RAM yang berkapasitas kecil yang mana hanya memiliki kapasitas 64 byte.

Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerja Baterai CMOS Pada Laptop

Sistem Kerja CMOS

Setelah kamu tahu apa itu baterai CMOS, pasti kamu penasaran bagaimana cara kerja benda ini. Cara kerja piranti keras ini adalah ketika PSU atau power supply dihidupkan, selanjutnya CMOS menjalankan beberapa pemeriksaan agar sistem berfungsi dengan tepat. Pemeriksaan penggunaan RAM (Random Access Memori) adalah salah satunya. Selain itu, perangkat keras ini bekerja dengan daya dengan tegangan rendah, dan pengaturannya dapat secara manual dilakukan. Bila kamu belum tahu bagaimana cara kerja baterai ini, kamu sebaiknya tidak mencoba untuk mengubah default setting-nya.

Tak hanya itu, jika kamu melakukan konfigurasi defaultnya secara sembarangan, sistem pada komputer kamu bisa mengalami crash, tidak stabil, dan yang paling parah adalah gagal boot pada komputer kamu.

Baca Juga  4 Fungsi RAM di Laptop/PC (Pengertian, Jenis, & Kapasitas)

Fungsi Baterai CMOS

Sebelumnya kami sudah menjelaskan beberapa fungsi dari piranti keras ini, namun kami akan menjelaskan lebih mendetil pada bab ini. Berikut fungsi baterai CMOS:

1. Menyimpan Pengaturan BIOS (Basic Input Output System)

Fungsi baterai ini yang pertama adalah menyimpan hasil pemeriksaan data sistem pada komputer. Hasil pemeriksaan sistem komputer ini memiliki peran yang sangat penting pada komputer. Selain itu, pemeriksaan data komputer yang rusak memungkinkan komputer kamu crash dan gagal booting.

2. Mengatur Waktu dan Tanggal

Selain itu, fungsi dari benda ini adalah mengatur waktu dan tanggal yang kamu telah set sebelumnya karena perangkat keras tidak hanya mengatur waktu ketika komputer kamu dalam keadaan hidup, namun juga pada keadaan tidak menyala.

3. RAM Berkapasitas Kecil

Pada dasarnya perangkat keras berukuran kecil ini imemiliki fungsi seperti RAM yang berguna untuk menyimpan data-data ringan pada komputer mulai dari pengaturan boot dan pembacaan seluruh komponen-komponen yang terpasang pada komputer kamu.

4. Menyisipkan Baterai Berukuran Rendah

Perangkat keras ini juga mampu digunakan sebagai penyimpan daya tambahan yang berfungsi untuk membackup data sementara apabila komputer mati tiba-tiba ketika listrik sedang turun. Di samping itu, baterai ini juga berfungsi untuk menyimpan data secara sementara walaupun komputer tidak menyala atau tidak dialiri listrik.

Masalah dan Mengatasi Masalahnya

Ada berbagai masalah yang sering dialami baterai CMOS, namun ketika rusak atau bermasalah kamu tetap bisa menanggulangi dan menemukan solusinya. Nah berikut beebrapa daftar masalah yang sering dialami perangkat keras ini, dan juga solusinya:

1. Terdapat Bunyi Beep Secara Konstan

Bagaimana cara mengetahui baterai ini hampir mati? Bunyi beep secara konstan dapat menjadi indikatornya. Selain itu, kamu akan menerima 3 jenis utama dari pesan error diantaranya adalah: CMOS Checksum Error, CMOS Read Error, dan CMOS Battery Failure. Baterai yang sudah mati tentu harus diganti. Kamu nggak perlu khawatir harganya juga tidak terlalu mahal.

Baca Juga  Cara Shutdown Otomatis Laptop Atau Komputer (Mudah dan Cepat)

2. Masalah Turning On dan Off

Kerusakan lain pada baterai ini adalah laptop yang tidak bisa boot dan juga mati sendiri. Hal ini sering terjadi juga ketika baterai CMOS yang terpasang pada motherboard kamu rusak. Solusinya? Ganti baterainya dengan yang baru.

3. Masalah Setting Waktu dan Driver

Hal yang sering terjadi ketika baterai ini kamu bermasalah adalah pengaturan tanggal dan waktu yang kamu terus lakukan setelah komputer kamu nyalakan. Perangkat keras ini yang rusak tidak bisa menyimpan pengaturan waktu dan driver secara benar. Selain itu, driver yang kamu install dapat hilang ketika baterai ini rusak. Untuk menanggulanginya, ganti baterai ini pada motherboard kamu dengan yang baru.

Cara Mengganti Baterai CMOS

Setelah kamu mengetahui baterai CMOS yang terpasang pada motherboard kamu rusak, dan kamu ingin menggantinya, berikut langkah-langkah yang harus kamu lakukan:

  1. Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah memastikan bahwa komputer atau laptop kamu tidak dialiri listrik atau mati. Lepaskan casing komputer atau laptop kamu dengan menggunakan obeng. Setelah kamu membuka casing, kamu akan menemukan baterai inipada motherboard kamu.
  2. Periksa voltasi baterainya apakah kurang dari 3V dengan multimeter. Bila voltasinya kurang dari 3V, segera lepas baterai CMOS yang lama, dan ganti dengan yang baru. Setelah memasang baterainya, nyalakan komputer kamu. Setelah itu nyalakan komputer dan masukkan setting BIOS dengan benar.

Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerja Baterai CMOS Pada Laptop

Demikian artikel Laptopnesia kali ini tentang baterai CMOS. Bagaimana sudah mengertikan fungsid dari baterai kecil ini? Semboga bermanfaat!

Leave a Comment