Cara Repair Windows 7 dari Sistem Korup, Eror, Virus, dan Lainnya

Windows 7 adalah salah satu sistem operasi yang sangat populer digunakan oleh banyak pengguna komputer. Tidak jauh berbeda dengan sistem operasi lainnya, Windows 7 juga sesekali memerlukan repair. Nah, bagaimana cara repair Windows 7? Kenapa Windows 7 perlu repair? Apapun penyebab yang membuat sistem operasi yang kamu gunakan, baik itu data yang korup, serangan malware yang berbahaya, atau yang lainnya, kamu perlu memperbaiki sistem operasimu agar bisa segar kembali dan berfungsi secara optimal.

Cara Repair Windows 7

Menghapus semua isi hard disk dan menginstall ulang semuanya adalah cara repair Windows 7 yang sangat merepotkan. Akan tetapi untungnya kamu tetap bisa memperbaiki sistem operasimu yang rusak tersebut dan tetap menyimpan semua data penting yang kamu simpan di dalamnnya. Simak lebih lanjut artikel ini untuk mengetahuinya.

Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa panduan proses repair Windows 7 berikut ini bisa kamu ikuti apabila komputermu masih bisa masuk ke Windows. Selain itu, kamu bisa menjalankan proses repair pada Windows 7 apabila kamu sudah mencoba beberapa metode seperti membersihkan virus, menginstall ulang hard disk, dan juga menjalankan System Restore dan tidak berhasil.

Sebelum Memulai Repair Windows 7

Sebelum memulai proses instalasi repair, kamu perlu memastikan beberapa hal terlebih dahulu agar semua proses ini nantinya berjalan dengan baik. Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan memindahkan semua data penting yang tersimpan di dalam komputer ke sebuah hard disk eksternal. Tidak ada salahnya menempatkan data penting tersebut di tempat aman, meskipun proses berikut ini berisiko kecil.

Selanjutnya kami juga menyarankan bagi kamu untuk menghapus dulu aplikasi antivirus atauu firewall dari pihak ketiga di komputermu. Kamu bisa menginstallnya kembali nanti setelah proses repair selesai. Hal tersebut dikarenakan kamu perlu menghapus aplikasi yang secara terus-menerus memindai data agar tidak mengganggu prosesnya.

Baca Juga  Cara Update Driver VGA Komputer atau Laptop (NVIDIA dan AMD)

Kemudian kamu bisa melanjutkan dengan menekan tombol Start kemudian ketikkan Folder Options di kolom pencarian. Klik pada opsi yang muncul dengan nama tersebut. Pada jendela menu Folder Options, klik pada tab View dan pilih ‘Show hidden files, folders, and drives’, lalu klik OK.

Kemudian, kamu bisa berlanjut untuk menjalankan Disk Cleanup dengan cara mencarinya pada kolom pencarian yang ada di menu Start. Pilih Drive C: lalu OK. Tunggu beberapa waktu untuk proses pemindaian disk. Kemudian, alihkan tab pada More Options, lalu klik tombol ‘Clean up…’ yang ada di kolom System Restore and Shadow Copies. Selanjutnya akan muncul sebuah window kecil yang menanyakan konfirmasi penghapusan, klik tombol Delete.

Jika sudah, kembali ke tab Disk Cleanup. Kemudian beri tanda centang pada semua kotak yang tersedia, lalu klik tombol OK. Hal tersebut akan memulai proses penghapusan file sistem yang sudah usang, data temporer, dan sampah digital lainnya. Bergantung pada banyaknya data yang akan dihapus, langkah ini mungkin akan sedikit memakan waktu.

Setelah selesai menjalankan Disk Cleanup, kamu perlu menghapus beberapa folder secara manual. Buka kembali drive C: kemudian buka folder Windows. Selanjutnya, cari folder yang bertuliskan Prefetch dan Temp, buka dan hapus semua file yang tersimpan di dalamnya. Ingat, kamu hanya perlu menghapus isi file yang ada di dalam dua folder tersebut, bukan beserta dengan foldernya.

Kembali ke drive C:, buka folder yang bertuliskan Users. Di dalam folder tersebut, buka folder yang bertuliskan username untuk komputermu, lalu buka folder AppData. Folder tersebut secara default tersembunyi, jika kamu tidak menemukan folder tersebut, maka itu artinya kamu belum memilih opsi ‘Show hidden files, folders and drives yang telah dijelaskan sebelumnya. Selanjutnya buka folder Local, dan juga folder Temp, nah di situ hapus semua file yang tersimpan di dalamnya. Jika sudah silahkan restart komputermu.

Baca Juga  Cara Screenshot Laptop Acer (Gampang Banget!)

Cara Repair Windows 7

Jika semua persiapan di atas sudah dilakukan, maka langkah berikutnya adalah masuk ke proses repair Windows 7. Di sini kamu membutuhkan disc yang berisi instalasi Windows 7. Disc tersebut juga harus sesuai dengan versi Windows 7 yang kamu gunakan sekarang. Tak lupa kamu juga memerlukan setidaknya kapasitas penyimpanan sebesar 10 GB di hard disk di mana kamu akan menginstallnya.

Untuk memulai prosesnya, pertama-tama masukkan disc dan jalankan Setup. Pada window Setup, klik tombol Install Now. Apabila koneksi internet komputermu berjalan kamu bisa memilih opsi untuk menyertakan update yang bisa diunduh, atau jika tidak, kamu bisa memilih untuk melewatkannya. Selanjutnya seperti biasa kamu akan dimintai persetujuan dengan syarat dan ketentuan kemudian kamu akan diminta untuk memilih antara instalasi Upgrade atau instalasi Custom. Di sini kamu sedang melakukan repair sistem yang korup, jadi pilih instalasi Upgrade.

Tahap selanjutnya kurang lebih adalah menunggu. Proses instalasi tersebut akan mengumpulkan informasi mengenai sistem kamu, menyalin file instalasi yang diperlukan, kemudian memindahkan file atau program pribadi ke Windows 7 yang baru. Proses ini juga tidak berjalan dengan cepat, dan waktu yang dibutuhkan di setiap komputer bisa berbeda-beda tergantung berapa banyak data yang dipindah.

Jika proses tersebut telah selesai, selanjutnya kamu akan diminta untuk mengaktifkan Windows dengan menjawab beberapa pertanyaan kecil seperti waktu dan tanggal, pengaturan jaringan, dan lain sebagainya. Setelah itu Windows akan menyelesaikan proses instalasi. Langkah terakhir adalah dengan memeriksa apakah semua program yang ada di Windows yang telah kamu repair ini bekerja dengan baik. Selain itu pastikan juga bahwa Windows kamu sudah ada di versi terbaru dengan menjalankan Run Windows Update.

Leave a Comment