Skip to content
Home » Review » Game » Review Cyberpunk 2077 – Saatnya Menggenjot VGA Card RTX

Review Cyberpunk 2077 – Saatnya Menggenjot VGA Card RTX

Cyberpunk 2077

Semenjak di rilisnya trailer Cyberpunk 2077 di 2018 silam, para gamers cukup terimpresi oleh dunia yang disuguhkan oleh game besutan CD Projekt Red ini. Terang saja, developer berasal dari Polandia tersebut telah sukses merilis sebuah game RPG bernama The Witcher 3 yang memberikan semua aspek yang harusnya ada di sebuah game. Bagi sebagian gamers, munculnya Cyberpunk 2077 adalah pengejawantahan The Witcher yang dilatarbelakangi tema cyberpunk atau teknologi super canggih. Bayangan yang muncul adalah sebuah dunia yang luas dan imersif yang disertai dengan NPC interaktif dan juga lingkungan yang hidup.

Cyberpunk 2077

Cyberpunk 2077 hadir sebagai sebuah game yang ingin mendobrak batas teknologi ray-tracing dengan resolusi tinggi. Bahkan kartu grafis yang tergolong paling mahal, RTX 3090, cukup kewalahan ketika menjalankan game RPG satu ini dengan kualitas grafis tertinggi dan resolusi 4K. Alhasil, bagi kami, game ini mirip-mirip dengan game Crysis yang pernah dirilis di 2007 silam dimana kartu grafis tertinggi tidak bisa mencapai performa paling mulus.

Cyberpunk 2077

Munculnya Cyberpunk 2077 tak lepas dari banyaknya kontroversi terutama dari segi bug di awal perilisannya. Banyak gamers yang kecewa dengan game ini karena permasalahan tersebut. Akan tetapi, lucunya, banyak gamers yang malah cukup enjoy memainkan game ini karena sebenarnya dari aspek cerita cukuplah menarik. Tanpa banyak berbasa-basi, daripada kalian penasaran dengan game besutan CD Projekt Red satu ini, kami dari Laptopnesia akan menyuguhkan sebuah artikel tentang Cyberpunk 2077. Penasaran? Ikuti artikel ini hingga akhir!

Cyberpunk 2077: Seorang Tentara Bayaran di Tengah Dunia Distopia

Cyberpunk 2077 sendiri adalah sebuah game yang digarap berdasarkan sebuah game tabletop ciptaan Mike Pondsmith. Di sini kalian akan memainkan seorang tentara bayaran bernama V yang gendernya bisa kalian pilih. Selain itu, kalian bisa memilih jalan hidup V berawal dari mana, apakah dari seorang Nomad yang suka berpindah-pindah, Street Kid yang suka membuat kegusaran, atau bahkan seorang mantan agen korporasi, Corpo.

Baca Juga  Assassin’s Creed Valhalla – Ketika Viking Menjadi Seorang Assassin

Cyberpunk 2077

Namun, yang kami sayangkan, pemilihan asal V ini, tidak terlalu berpengaruh karena secara jalan cerita ketiga jalan hidup tersebut akan menemukan titik yang sama. Meski begitu, ada beberapa aspek yang cukup berubah ketika kita memilih asal V tersebut, yakni bagaimana cara V berinteraksi dengan orang-orang sekitar.

Di awal cerita kalian akan bertemu dengan Jackie yang memberikan kalian harapan bahwa kalian bisa menjadi seorang kaya raya. Tentu saja, jalan menuju keberlimpahan harta tersebut tidaklah mudah.

Cyberpunk 2077

Demi menjadi seorang miliyarder, V harus melalui beragam bahaya yang bahkan bisa membunuh dirinya. Bahaya tersebut tak akan membuat V menjadi kaya, namun juga meningkatkan reputasinya. V harus menerima pekerjaan oleh para Fixer di sebuah kota hi-tech bernama Night City.

Dalam perjalanan ketika menjalankan misi-misi berbahaya tersebut, V bertemu dengan seorang pentolan dari sebuah band rock bernama Johnny Silverhand. Sayangnya sang rocker kawakan tersebut tak hanya bertemu sepintas, namun akan mengganggu kalian dengan memunculkan dirinya berupa hologram. Pertanyaannya, apakah kalian bisa menjadi kaya di sebuah kota berteknologi tinggi bernama Night City melalui berbagai halang rintang?

Bukan Game Open World Seperti GTA

Meskipun Cyberpunk 2077 memiliki unsur free roam atau open world, tapi bagi kalian yang ingin memainkan game ini, jangan harap game ini seperti GTA. Kalian di sini tak bisa sebebas GTA walaupun kalian bisa berkeliling di dunia game besutan CD Projekt Red ini dengan bebas.

Cyberpunk 2077

Di sini kalian bisa dengan bebas membajak mobil, namun ada beberapa hal yang menurut kami kurang realistis, yakni respon NPC terhadap kita. Selain itu, aspek fisik yang ada dalam game ini tidak sedetail GTA V. Maka dari itu, kami harap jangan terlalu berekspektasi lebih dengan game ini sebagai game open world karena Cyberpunk 2077 sendiri menekankan pada aspek storylinenya.

Baca Juga  Review Tony Hawk Pro Skater 1 + 2 – Saatnya Para Veteran Bernostalgia

Akan tetapi, beberapa kekurangan yang dimiliki oleh Cyberpunk 2077 tersebut tidak berarti kalian meninggalkan game ini. Secara gameplay dan storyline cukuplah mendalam. Setiap misi tetap seru dimainkan dan cukup menegangkan. Apalagi dibalut dengan dunia yang penuh lampu neon.

Ditambah lagi, untuk kalian yang punya rig high-end, kalian bisa menikmati dunia Cyberpunk 2077 yang sangat indah. Bayangan lampu neon di jalan akan terlihat sangat realistis berkat teknologi ray tracing. Sayangnya, game ini belum bisa optimal secara performa apabila kalian ingin mendapatkan kualitas grafis terbaik tanpa DLSS dan resolusi 4K.

Kesimpulan: Apakah Langsung Beli Cyberpunk 2077?

Sebagai game RPG, Cyberpunk 2077 sangat memberikan nafas segar untuk para gamers. Game ini memberikan gameplay yang sebenarnya sangat seru untuk dimainkan, meski dibaliknya terdapat banyak bug. Sayang sekali, patch terakhir yang dikeluarkan masih juga belum memperbaiki. Layakkah game ini untuk dibeli? Untuk kalian yang punya uang berlebih, mengapa tidak mencoba?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *