Home » Review Game » Mortal Kombat 11 – Semakin Nyata, Semakin Brutal

Mortal Kombat 11 – Semakin Nyata, Semakin Brutal

Mortal Kombat

Seri game fighting ikonik yang hingga kini masih dikenal masyarakat, akhirnya merilis sekuel terbarunya, Mortal Kombat 11. Seri terbaru Mortal Kombat ini bisa dikatakan adalah seri ketiga dari trilogy Mortal Kombat baru yang sudah meninggalkan rumahnya yang lama, Midway. Meski kini sudah digarap di studio pengembang game baru, Netherealm Studio, game terbarunya ini masih di bawah Ed Boon. Bagi yang belum pernah mendengar nama Ed Boon, beliau adalah orang dibalik kesuksesan Mortal Kombat. Ed Boon juga dalam beberapa kesempatan mengisi suara karakter di gamenya sendiri. Tak hanya itu saja, sebagai trivia, nama Noob Saibot sendiri diambil dari namanya dan rekan yang bersama merancang Mortal Kombat, John Tobias.

Mortal Kombat

Seri kesebelasnya ini, kembali mengembalikan Story Mode yang ceritanya seru untuk ditonton. Dalam mode ini kalian akan memainkan berbagai karakter yang pasti kalian kenal seperti Liu Kang, Scorpion, Johnny Cage, Sonya Blade, dan masih ada yang lainnya. Tak hanya itu saja, yang menarik dari seri ke-11 ini adalah grafisnya yang jauh mengalami peningkatan dibandingkan dengan seri Mortal Kombal X (XL). Tampilan grafis di Mortal Kombat 11 menjadi lebih realistis dibandingkan dengan seri sebelumnya. Hal ini yang menjadi daya tarik dari game ini. Kalian penasaran dengan game ini, ada baiknya kalian mengikuti artikel ini hingga akhir.

Storyline Mortal Kombat 11

Cerita yang dibawa oleh Mortal Kombat 11 adalah kelanjutan dari seri ke-10. Semua dimulai ketika Raiden, sang dewa petir, menjadi sosok yang otoriter setelah membunuh Shinnok. Semua ini karena amulet yang membuat Raiden menjadi sosok yang ambisius, namun bengis. Di sisi lain, Sonya dan putrinya Cassie Cage menjalani sebuah tugas yang membuat Sonya menghilang. Kehilangan Sonya ini membuat Cassie dan ayahnya, Johnny Cage menganggap bahwa Sonya telah tiada. Terbunuhnya Shinnok di tangan Raiden dan juga menangnya Earthrealm, ternyata tidak baik-baik saja. Sosok misterius bernama Kronika ingin mengembalikan waktu sebelum Raiden membunuh Shinnok. Ternyata, dibalik itu semua memiliki alasan. Kronika ingin menyeimbangkan sisi gelap dan terang dunia di Mortal Kombat.

Baca Juga  Kingdom Hearts 3 – Akhirnya Dirilis di PC (Via Epic Games)!!

Mortal Kombat 11

Pengembalian timeline yang dilakukan oleh Kronika ternyata memunculkan suatu masalah baru. Karakter-karakter Mortal Kombat seperti Johnny Cage, Sonya, dan yang lainnya dari masa lampau datang ke masa depan. Di sini terjadi banyak momen canggung yang dialami oleh mereka. Johnny Cage saling bertemu satu sama lain, dan Cassie Cage bertemu dengan ayanya sewaktu muda yang memiliki sifat yang jauh kekanak-kanakan. Begitu juga Sonya Blade di masa lampau yang bertemu dengan putrinya yang ternyata seumuran dengannya.

Tak hanya tokoh-tokoh protagonist saja yang bertemu dengan dirinya di masa muda, tokoh-tokoh seperti Kano pun juga bertemu dengan masa mudanya. Ia pun bekerja sama dengan dirinya di masa lalu untuk menjalankan rencana jahatnya.

Grafik dan Gameplay Mortal Kombat 11

Meskipun masih menggunakan engine lama yang digunakan pada Mortal Kombat X/XL, Unreal Engine 3, Netherealm Studio mampu mengoptimalkan kualitas grafis yang ditampilkan di sekuel ke-11nya ini. Presentasi visualnya jauh lebih realistis dan detail. Mulai dari rambut hingga detail-detail lain digarap dengan sangat baik oleh Netherealm Studio. Ekspresi wajah yang ditampilkan pun jauh lebih realistis dan tidak kaku.

Mortal Kombat 11

Membicarakan Mortal Kombat, tentu tidak bisa meninggalkan Fatality, Brutality, dan juga “lity” lainnya. Fatality di Mortal Kombat 11 terlihat sangat brutal dan terkadang membuat mual karena tingkat realisitsnya yang tinggi. Selain itu, Netherealm tetap menghadirkan sistem X-Ray ketika salah satu karakter dihajar dengan serangan yang kuat oleh pemain lainnya. Sebenarnya sistem ini sudah mulai ada di Mortal Kombat 9 yang dirilis tahun 2011.

Selain dari fitur Fatality, Brutality, dan sebagainya, yang paling ditawarkan dari sekuel terbaru game ini adalah Story Mode-nya. Mode ini akan membawa kalian ke dalam cerita layaknya film Hollywood. Cerita-nya sangat seru diikuti, bahkan apabila memainkan Story Mode-nya, kami lebih tertarik untuk menonton per-scene yang ditampilkan. Tak cukup dengan Story Mode-nya, Mortal Kombat 11 menawarkan fitur yang memungkinkan kalian untuk mengkustomisasi kostum dari masing-masing karakter Mortal Kombat. Selain itu, ada skin-skin yang tak kalah menarik seperti skin Mortal Kombat Movie pertamayang dulu dirilis di tahun 1995.

Baca Juga  Yakuza: Like a Dragon – Hadir dengan Gaya Turn Based RPG

Belum puas dengan seri ke-11nya ini, sang developer kemudian membuat seri ekspansinya dengan nama Aftermarth. Dalam ekspansinya ini terdapat banyak konten yang bisa kalian dapatkan secara Cuma-Cuma mulai dari Friendship yang membuat kalian terbahak-bahak dan juga beberapa area baru. Ditambah lagi, ada Story Mode baru yang bisa kalian mainkan. Story Mode pada ekspansinya ini dimulai ketika Liu Kang menjadi seorang dewa baru.

Kesimpulan

Mortal Kombat 11 bagi kami adalah game fighting yang sempurna dari aspek grafis hingga cerita. Fitur multiplayernya juga tak bisa dilewatkan apalagi MK 11 ini adalah salah satu game yang digunakan untuk esport. Sayangnya untuk mendapatkannya, kalian tidak bisa langsung membelinya lewat Steam, karena game ini tidak masuk ke regional kita karena mengalami pencekalan. Akan tetapi, apabila kalian ingin memainkannya kalian bisa membeli lisensi original melalui beberapa penjual di beberapa marketplace.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *